Sabtu, 14 November 2015
Minggu, 11 Oktober 2015
ramalan kiamat
sebenarnya kiamat tidak akan ter jadi kecuali pada hari jumat....karena telah dikatakan dalam hadist bahwa sesungguhnya pada hari jumatlah adam diciptakan dan pada hari jumat pula adam diturunkan ke bumi maka sesungguhnya tidak akan terjadi pula kiamat kecuali pada hari jumat.
jadi bagi anda para peramal mohon ramal tanggal pada hari jumat sakja
jadi bagi anda para peramal mohon ramal tanggal pada hari jumat sakja
Jumat, 09 Oktober 2015
cara setting router,konfigurasi dhcp dan membuat DNS (domain name sistem) (amiruddin azis)(kabere,enrekang)(smkn 1 bintuni)
LANGKAH-LANGKAH setting ROUTER:
·
Pertama atur ip Address Dengan Perintah (nano
/etc/network/interfaces)
·
Kemudian Ketikkan
Auto eth0
Iface eth0 inet static
address 10.252.100.1
netmask 255.255.255.0
network 10.252.100.0
broadcast 10.252.100.255
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.100.0
broadcast 192.168.100.255
simpan pengaturan dengan menekan tombol ctrl x lalu enter
·
Kemudian restart network dengan perintah
(/etc/init.d/networking restart)
·
Kemudian aktifkan ip forward dengan perintah
(nano /etc/sysctl.conf)
·
Cari kata net.ipv4 forward=1 (hilangkan pagar
didepannya) simpan pengaturan.
·
Kemudian masukkan perintah (echo 1 >
/proc/sys/net/ipv4/ip_forward)
·
Lalu masukkan lagi perintah (cat
/proc/sys/net/ipv4/ip_forward)
·
Kemudian masukkan perintah (iptables –t nat –A
POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE)
·
Lalu restart ulang network dengan perintah
(/etc/init.d/networking restart)
·
Kemudian ping 10.252.100.1 dan ping
192.168.100.1
·
Tes di client apakah router berhasil,atur pada
ip address client dengan ip 192.168.100.2 subnet 255.255.255.0 dan gateway
192.168.100.1.
·
Lalu buka kotak dialog dan ketik kan cmd
kemudian enter lalu ketikan ping 192.168.100.1 dan ping ping 10.252.100.1
apabila hasilnya reply maka router telah jadi..
KONFIGURASI DHCP
·
Pertama install paket dhcp server dengan
perintah (apt-get install dhcp3-server)
·
Setelah proses instal selesai lakukan
konfigurasi dengan perintah (nano /etc/dhcp/dhcpd.conf)
·
Cari kata slightly kemudian hapus tanda pagar
dibawahnya
subnet 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0
range 192.168.100.2 192.168.100.7
option domain name server 192.168.100.1
option domain name “amir.co.id”
option router 192.168.100.1
option broadcast-address 192.168.100.255
default-lease time 600
·
Kemudian restart dhcp dengan perintah
(/etc/init.d/isc-dhcp3-server restart) 2x
·
Tes di client dengan mengatur pada ip client
pada ip otomatis kemudian buka cmd lalu ketikkan (ipconfig /release)lalu
ketikkan (ipconfig /renew)
·
Apabila client mendapat mendapat ip maka
konfigurasi dhcp telah berhasil
DNS
·
Install paket bind9 dengan perintah (apt-get
install bind9)
·
Setelah proses install selesai rubah tittle dengan perintah (nano
/etc/hosts)
Tuliskan 192.168.100.1 debian.amir.co.id
debian (simpan pengaturan)
·
Rubah result dengan perintah (nano
/etc/resolv.conf) lalu tuliskan name server 192.168.100.1
·
Kemudian ketikkan perintah (cd /etc/bind) lalu
perintah (ls) kemudian masukkan perintah (nano named.conf.local)
·
Tuliskan
Zone “amir.co.id”{
Type master;
File “/var/cache/bind/db.nama”;
};
Zone “100.168.192.in-addr.arpa”{
Type master;
File
“/var/cache/bind/db.nomor”
};
·
Simpan pengaturan
·
Kemudian masukkan perintah (cp db.local
/var/cache/bind/db.nama) (cp db.255 /var/cache/bind/db.nomor)
·
Lalu masukkan lagi perintah (nano
/var/cache/bind/db.nama) ganti local host menjadi (debian.amir.co.id) root
(debian.amir.co.id)
@ IN NS amir.co.id
@ IN A 192.168.100.1
IN MX 10 amir.co.id
Debian IN A 192.168.100.1
WWW IN CNAME debian
·
Simpan kemudian masukkan lagi perintah (nano
/var/cache/bind/db.nomor) lakukan seperti langkah diatas 1 IN PTR amir.co.id
·
Restart bind9 dengan perintah (/etc/init.d/bind9
restart)
·
Kemudian masukkan perintah (nslookup)
·
Muncul tanda > amir.co.id
Lalu akan muncul
Nameserver 192.168.100.1#53
Address amir.co.id
·
Apabila muncul seperti di atas maka anda
berhasil membuat DNS
*AMIRUDDIN AZIS*KABERE*ENREKANG*
setting router pada sistem operasi debian (amiruddin azis)(kabere,enrekang)(smkn 1 bintuni)
1.perintah
yang digunakan untu mengatur ip address (Eth 0 tersambung dengan ethernet,Eth 1
tersambung dengan LAN
Pertama
kita ketikkan pada root Nano /etc/network/interfaces
lalu tekan enter untuk masuk ke root yang telah kita masukkan perintah
tertentu.
·
Ip static
Auto eth 0
Iface eth 0 inet static
Address 192.168.1.44
Netmask 255.255.255.224
Network 192.168.1.32
Broadcast 192.168.1.63
Gateway 192.168.133
·
Dhcp
Auto eth 0
Iface eth0 inet dhcp
Eth1 auto eth1 inet static
Address 10.10.10.1
Netmask 255.255.255.0
Network 10.10.10.0
Broadcast 10.10.10.255
2.restart
networketc/in
/it.d/networking
restart
3.aktifkan
ip forward
Echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
Nano /etc/sysctl.confic
Net.ipv4.foeward=1
4.masukan
perintah ip tablles untuk meneruskan eth0 ke eth 1
Nano /etc/rc.loca
Tuliskan
kode sebelum exit
Iptables –t nat -A POSTROUTING-o eth0
–j MASQUERADE
5.melakukan
re-start pada komputer
Shutdown –r now
6.mematikan
komputer
Shutdown
–h now
Kamis, 08 Oktober 2015
cara setting router pada debian (amiruddin azis) (kabere,enrekang).blogspot
cara setting router pada debian:
1.pertama install debian
2.kemudian logian ke super user lalu masukkan password.
3.masukkan pada root perintah : nano /etc/network/interfaces kemudian tekan enter
4.lalu ketikkan
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.252.100.1
netmask 255.255.255.0
network 10.252.100.0
broadcast 10.252.100.255
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.100.0
broadcast 192.168.100.255
lalu simpan pengaturan dengan menekan tombol ctrl + x lalu tekan y.
5.restart network dengan perintah: /etc/init.d/networking restart
6.aktifkan eth0 dan eth1 dengan perintah : ifconfig eth0 up
7.ketikka perintah : nano /etc/sysctl.conf kemudian enter lalu cari kata net ipv4 ipforward = 1. hilangkan tanda # di depannya.lalu simpan konfigurasi.
8.ketikkan perintah : echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward kemudian enter.
9.ketikkan lagi perintah cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
10.ketikkan perintah : iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE lalu enter
11.restart komputer dengan perintah : shutdown -r now atau lebih singkat reboot.
1.pertama install debian
2.kemudian logian ke super user lalu masukkan password.
4.lalu ketikkan
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.252.100.1
netmask 255.255.255.0
network 10.252.100.0
broadcast 10.252.100.255
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.168.100.1
netmask 255.255.255.0
network 192.168.100.0
broadcast 192.168.100.255
lalu simpan pengaturan dengan menekan tombol ctrl + x lalu tekan y.
5.restart network dengan perintah: /etc/init.d/networking restart
6.aktifkan eth0 dan eth1 dengan perintah : ifconfig eth0 up
7.ketikka perintah : nano /etc/sysctl.conf kemudian enter lalu cari kata net ipv4 ipforward = 1. hilangkan tanda # di depannya.lalu simpan konfigurasi.
8.ketikkan perintah : echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward kemudian enter.
9.ketikkan lagi perintah cat /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
10.ketikkan perintah : iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE lalu enter
11.restart komputer dengan perintah : shutdown -r now atau lebih singkat reboot.
materi laporan praktek kerja industri (amiruddin azis)smkn 1 bintuni.(kabere)
BAB
I.I DEFINISI, SEJARAH DAN FASILITAS PADA INTERNET
Definisi internet
Bolehlah dianggap istilah internet
sebagai gabungan dua kata, inter(national) dan net (jaringan) sehingga internet merupakan jaringan (komputer)
secara internasional yang menghubungkan puluhan bahkan ratusan juta komputer di
seluruh dunia.
Nikmat untuk terkoneksi ke seluruh dunia, namun selalu
saja ada resiko atas kenikmatan itu. Teknologi selalu memiliki dua sisi.
Internet di tangan seorang penjahat, akan menjadi media untuk menyebarkan
kejahatan, internet bagi seorang anak manusia yang haus akan ilmu akan menjadi
berkah karena mampu menyediakan ilmu yang sangat banyak.
Sejarah internet
·
Internet
pertama kali diciptakan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan pertama
kali dicoba pada tahun 1969.
·
Tahun
1971 - Anggota jaringan ARPANET bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang
terdiri atas komputer-komputer untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan
universitas yang menjadikan sebuah sejarah internet dimana Arpanet dapat
membagi dua proyek antara internet militer dan non milter.
·
Pada
bulan Oktober tahun 1972 Arpanet sebagai pemegang proyek yang manangani
pembuatan internet akhirnya memperkenalkan internet untuk kepentingan
pendidikan dan menyatukan beberapa universitas di Amerika sehingga membentuk
suatu jaringan terpadu antara
universitas Stanford Research Institute, University of California Los
Angeles, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.
·
Tahun
1972 - Sebuah kelompok kerja yang disebut dengan International Network Working
Group (INWG) dibuat untuk meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga
membuat standar-standar untuk jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah
Internet. Pembicara pertama dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian
disebut sebagai "Bapak Internet".
·
Tahun
1972 sampai 1974 - Beberapa layanan basis data komersial seperti Dialog, SDC
Orbit, Lexis, The New York Times DataBank, dan lainnya, mendaftar ke ARPANET
melalui jaringan dial-up.
·
Tahun
1973 - ARPANET ke luar Amerika Serikat, anggota ARPANET bertambah lagi dengan
masuknya beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College
of London dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
·
Tahun
1974 - Vint Cerf dan Bob Kahn mempublikasikan spesifikasi detail protokol
Transmission Control Protocol (TCP) dalam artikel "A Protocol for Packet
Network Interconnection".
·
Tahun
1974 - Bolt, Beranet & Newman (BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka
sebuah versi komersial dari ARPANET yang mereka sebut sebagai Telenet, yang
merupakan layanan paket data publik pertama.
·
Tahun
1977 - Sudah ada 111 buah komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
·
Tahun
1978 - Protokol TCP dipecah menjadi dua bagian, yakni Transmission Control
Protocol dan Internet Protocol (TCP/IP).
·
Tahun
1979 - Grup diskusi Usenet pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan
Steve Bellovin, alumni dari Duke University dan University of North Carolina
Amerika Serikat. Setelah itu, penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Pada tahun ini pula, emoticon diusulkan oleh Kevin McKenzie.
·
Awal
Tahun 1980-an - Komputer pribadi (PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak
hidup manusia. Tahun ini tercatat ARPANET telah memiliki anggota hingga 213
host yang terhubung. Layanan BITNET (Because It's Time Network) dimulai, dengan
menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga File Transfer Protocol
(FTP). CSNET (Computer Science Network) pun dibangun pada tahun ini oleh para
ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu komputer dari Purdue University, University
of Washington, RAND Corporation, dan BBN, dengan dukungan dari National Science
Foundation (NSF). Jaringan ini menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan
lainnya kepada para ilmuwan tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
·
Tahun
1982 - Istilah "Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi
sebagai protokol universal untuk jaringan tersebut. Name server mulai
dikembangkan, sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada
sebuah host tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
Tahun ini tercatat ada lebih dari 1000 buah host yang tergabung ke Internet.
·
Tahun
1986 - Diperkenalkan sistem nama domain, yang sekarang dikenal dengan DNS
(Domain Name System) yang berfungsi untuk menyeragamkan sistem pemberian nama
alamat di jaringan komputer.
·
Tahun
1988 - Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC
atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling
berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari
100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan.
·
Tahun
1990 - Tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program
editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer
yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www,
atau World Wide Web.
·
Tahun
1992 - komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui
sejuta komputer, dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing the internet.
·
Tahun
1994 - Situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk
pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia
langsung berubah. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus
kelahiran Netscape Navigator.
Fasilitas internet
Apa
yang dapat diberikan oleh internet untuk manusia? Fasilitas yang diberikan
internet dapat dikelompokkan menjadi fasilitas media komunikasi, fasilitas
untuk komunitas, fasilitas untuk media pertukaran data, dan fasilitas untuk
mencari informasi. Fasilitas tersebut umumnya tersimpan dalam beberapa istilah
berikut:
1. World wide web (WWW), atau lebih sering disebut dengfan web
merupakan fasilitas internet yang berisi database terdistribusi sehingga berbagai informasi baik berupa teks, gambar,
suara, film atau media lainnya dapat diakses.
2. Email (Electronic Mail),
merupakan media untuk berkomunikasi atau berhubungan langsung dengan orang lain
sebagai surat elektronik.
3. HTTP (Hyper text transfer
protokol), merupakan fasilitas basis dari WWW sehingga informasi dari suatu
situs web yang ditulis dengan bahasa HTML dapat diakses. informasi tersebut
dapat berupa teks, gambar, animasi, suara, film, dan sebagainya.
4. Kelompok diskusi (Mailing
List), merupakan fasilitas untuk berdiskusi secara elektronik dengan
menggunakan fasilitas email.
5. Telnet, merupakan fasilitas untuk mengakses remote komputer yang terletak di tempat lain. Dengan menggunakan
fasilitas ini, pemakai jarak jauh dapat mengendalikan, menukar file antar pengguna komputer dan
menjalankan program yang ada di komputer tersebut. Agar dapat mengakses telnet,
pengguna komputer harus melakukan registrasi terlebih dahulu.
6. FTP (File transfer protokol) digunakan untuk mengambil data file secara elektronik. internet telah menyediakan fasilitas file (data) atau dokumen yang siap untuk
diakses secara gratis.
7. Ghoper, merupakan fasilitas untuk memudahkan pencarian, penarikan
dan pengambilan informasi dari server yang mendukung protokol ghoper.
Dari beberapa fasilitas internet diatas salah
satunya adalah email ( elektronik mail ), yaitu layanan yang digunakan
berhubungan langsung dengan orang lain dengan surat elektronik.
BAB I.II PENGERTIAN EMAIL
Email merupakan
sebuah layanan berupa pesan surat elektronik dengan format tertentu yang
diterima dan dikirim melalui jaringan internet dengan aturan tertentu.
Menurut
David Alex Lamb (1999), dalam proses pengiriman dan penerimaan email terdapat beberapa elemen yang
sangat berpengaruh terhadap proses tersebut. Elemen-elemen yang dimaksud adalah
:
1. Sender,
merupakan orang yang menyusun dan mengirimkan email.
2. Mail
agent, merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh
pengirim untuk melakukan penyusunan email.
3. Message,
merupakan representasi komputer dari apa yang ingin disampaikan oleh pengirim.
4. Email
transport subsystem, merupakan sebuah sistem yang menangani
transportasi email.
5. Receiver,
merupakan tujuan atau orang yang menerima email.
6. Email
agent software, merupakan sebuah perangkat lunak yang
digunakan untuk membaca email.
7. Email
address, merupakan sekumpulan karakter yang digunakan untuk
mengenali pengirim dan penerima.
BAB I.III FORMAT MAIL
Sebuah
pesan merupakan sebuah kumpulan karakter yang dipisahkan ke dalam beberapa
baris karakter. Baris karakter yang digunakan dibatasi oleh dua buah karakter
berupa Carriage Return (CR) dengan nilai ASCII 13, yang kemudian diikuti
langsung oleh Line Feed (LF) dengan nilai karakter ASCII 10 (RFC 2822).
Email
terdiri dari dua bagian utama, header
dan body. Bagian header minimal
terdiri dari tiga isian utama berupa “date”, “from : “, dan “to”,
dimana setiap field pada header memiliki aturan penulisan sendiri
(Crocker, 1982).
BAB IV TAHAP PENGIRIMAN DAN PENERIMAAN
EMAIL
Lamb
(1999) membagi proses pengiriman dan penerimaan email kedalam tiga bagian, yaitu :
1. Pengiriman
pesan
Pada
proses ini, pengirim menyusun pesan dan mengirimkannya dengan email agent,
yang akan memberikan perintah kepada sistem transport
email untuk mengantarkan pesan
tersebut ke tujuan.
a.
Composing
Penyusunan
email mirip dengan penyusunan naskah,
dimana email agent pada umumnya
memiliki beberapa editor-editor teks. Yang membedakan adalah format email yang terdiri dari dua jenis, header
dan body. Mengacu pada RFC 822, header
merupakan bagian email yang terdiri
dari alamat, judul dan tembusan. Sedangkan body merupakan bagian dari email yang memuat pesan yang akan
disampaikan oleh pembuat email berupa
teks murni atau disertakan file
dengan format tertentu yang nantinya dikodekan sebagai teks yang disebut dengan
MIME (Multipurpose Internet Mail Extensions). Email agent
biasanya menyediakan ruang khusus sebagai tempat menaruh konsep atau rancangan email yang sudah dibuat sehingga
pengguna bisa melakukan editing
kembali.
b. Pengantrian
dan pengiriman
Setelah
email disusun dan kemudian pengguna
memutuskan untuk mengirimkan pesan tersebut dengan menggunakan perintah
tertentu, maka email agent akan memeriksa alamat
tujuan (sebagai contoh header field to: ) sesuai dengan aturan penulisan
alamat email tujuan atau belum. Jika
penulisan salah maka email agent akan memberikan
pemberitahuan kepada pengguna untuk memeriksa ulang dan memperbaiki. Sebaliknya
jika penulisan alamat email tujuan
sudah benar, maka email akan
dikirimkan. Dimana email agent akan memanggil email
transport subsystem untuk mengirimkan email.
Beberapa
pengguna koneksi internet dial up menyusun email pada saat off line dan baru akan mengirimkannya pada
saat online. Kasus lain terjadi ketika suatu email tidak bisa dikirimkan karena ada email lain yang memiliki prioritas lebih tinggi. Mail transport
dan mail agent memiliki tempat antrian khusus yang digunakan untuk
menampung email yang akan dikirimkan,
jika kondisi memungkinkan maka email-email yang ditampung tersebut akan
dikirim ke komputer tujuan.
2. Pemindahan
a. Pengalamatan
email
Satu
atau lebih alamat tujuan oleh mail transport system digunakan untuk
mengetahui kemana email akan
dikirimkan. Alamat email yang
digunakan berupa sekumpulan teks yang mengidentifikasikan keberadaan kotak email (mailbox) pada IP atau domain tertentu.
Layanan
transport mengirimkan kumpulan teks site pada Domain Name System (DNS)
yang akan mengubahnya ke dalam alamat IP kemudian menghubungkan ke alamat IP
yang diberikan dan meminta komputer tujuan untuk menerima dan mengirimkannya
pada mailbox yang dituju.
b. Email
server
Ketika email
dikirimkan dan sebelum sampai kepada mailbox yang dituju, terlebih
dahulu isi pesan email tersebut
diproses pada email server. Ada tiga hal yang dilakukan email server sebagai respon dari permintaan tersebut, berupa :
i.
Menerima pesan dan menyampaikannya dalam
mailbox tujuan,
ii.
Menerima pesan ke alamat lain yang telah
ditetapkan oleh pemilik mailbox,
iii.
Menolak pesan dan memberikan
pemberitahuan bahwa pesan tidak terkirim yang diakibatkan karena mailbox
tujuan tidak tersedia, mailbox tujuan dalam kondisi penuh atau karena
terdapat kerusakan pada server.
Dalam penggunaannya terdapat dua buah aplikasi mail server, kedua aplikasi tersebut
berupa :
i.
SMTP
Protokol yang digunakan untuk
mengelola lalu lintas email keluar
masuk suatu jaringan.
ii.
POP
Protokol yang digunakan untuk
mengambil email dari tempat
penampungan email pada email server.
3. Peneriman
email
Suatu
saat mail agent melakukan pengecekan
secara otomatis atau berdasarkan permintaan pengguna, apakah ada email masuk ke dalam mailbox pada email server. Jika terdapat email
masuk maka kemudian mail agent
tersebut akan menyimpan email
tersebut dalam database mail agent tersebut.
pengertian jaringan komputer.amirr
JARINGAN KOMPUTbhER
1. Pengenalan Jaringan
A.
Prinsip dasar jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sekelompok komputer otonom yang
dihubungkan satu dengan lainnya dengan menggunakan protokol komunikasi melalui
media transmisi atau komunikasi sehingga dapat saling berbagi data / informasi,
program-program, penggunaan bersama perangakat keras (seperti printer, hard
disk, dsb).
Prinsip dasar dalam sistem jaringan komputer adalah
proses pengiriman data atau informasi dari pengirim ke penerima melalui suatu
media komunikasi tertentu.Sedangkan tujuan utama dibangunnya suatu jaringan
komputer adalah untuk membawa data/informasi dari pengirim menuju penerima
secara cepat dan tepat tanpa adanya kesalahan melalui media transmisi atau
media komunikasi tertentu.
B.
Manfaat jaringan komputer
1.
Berbagi pemakaian peralatan dan
sumber daya secara bersama-sama.
2.
Komunikasi
3.
Pemrosesan Terpusat
(Tererdistribusi)
4.
Keamanan data
C.
Model koneksi dalam jaringan
1)Peer to peer
Sistem operasi
jaringan model peer to peer memungkinkan seorang user membagi sumber dayanya
yang ada dikomputernya, baik itu file data, printer, dll dan mengakses sumber
data pada komputer lain.Model ini tidak mempunyai sebuah file server atau
sumber daya yang terpusat, seluruh komputer mempunyai kemampuan yang sama untuk
memakai sumber daya yang tersedia di jaringan.
Kelebihan model jaringan peer to peer antara lain :
- Tidak terlalu mahal, karena tidak membutuhkan suatu PC yang sepenuhnya berfungsi sebagai server.
- Mudah dalam instalasi programnya.
Kekurangan model jaringan peer to peer :
- Tidak terpusat, terutama untuk menyimpan data dan aplikasi
- Tidak aman, karena tidak terdapat fasilitas pengamanan server.
2) Client-Server
Sistem operasi
jaringan Client Server memungkinkan jaringan untuk mensentralisasi fungsi dan
aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. Sebuah file server menjadi
jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya, dan
menyediakan keamanan. Workstation-workstation dapat mengambil sumber daya yang
ada pada file server.
Kelebihan model jaringan client-server adalah :
- Terpusat
- Sumber daya dan keamanan data dikontrol melalui server.
- Teknologi baru dengan mudah terintegrasi kedalam sistem
- Keseluruhan komponen dapat bekerjasama (client dan server).
Kekurangan model jaringan client-server adalah :
- Biaya pengadaan dan operasionalnya mahal
- Membutuhkan investasi untuk dedicated server
- Jaringan besar membutuhkan staf ahli sehingga sistem dapat berjalan secara efesien
- Ketergantungan antar komputer relatif tinggi.
- Ketika server drop, keseluruhan operasi pada network akan terganggu.
D.
Area jaringan komputer
Bedasarkan jangkauan area jaringan dan luasan segmen
jaringan yang dibangun maka suatu jaringan komputer dapat digolongan menjadi 3 kelompok yaitu :
1)
Local Area Network (LAN)
Yang termasuk dalam kelompok jaringan ini adalah jika
komputer-komputer yang terhubung berada dalam ruangan-ruangan dalam satu gedung.
2)
Metropolitan Area Network (MAN)
Yang termasuk dalam kelompok MAN adalah jika
komputer-komputer yang terhubung berada pada satu gedung dengan gedung yang
lain tapi masih dalam satu kota .
3)
Wide Area Network (WAN)
WAN merupakan pengembangan dari MAN, sehingga
komputer-komputer yang terhubung berada pada gedung-gedung yang berada pada kota yang berbeda bahkan
berbeda Negara.
Pembangunan WAN melibatkan teknologi telekomunikasi canggih seperti
satelit dan gelombang eletronik lainnya. Terciptanya teknologi VSAT dan ISDN
dapat menjamin kualitas trasmisi dan informasi jarak jauh yang tidak
dimungkinkan dengan sistem pengkabelan biasa.
a. Very Small Aperture
Terminal (VSAT)
VSAT disebut juga
dengan Stasiun Bumi Mikro (SBM) merupakan antenna stasiun bumi yang kecil.
Kemampuan VSAT memang lebih kecil dibandingkan kemampuan satelit yang sesungguhanya
namun VSAT sangat murah dibandingkan stasiun bumi umumnya.
Jaringan komunikasi
VSAT terdiri atas 4 komponen pokok yaitu satelit (Indonesia-Palapa B1, C1), hub
station (stasiun pengendali utama), VSAT, dan PES. Keuntungan VSAT antara lain:
- Dapat menjangkau daerah yang luas (nasional, regional, dan internasional) karena melalui satelit.
- Dapat dipasang dimana saja (tidak memakan tempat)
- Tingkat keamanan tinggi
- Ekonomis (perangkat dan biaya pemakaina murah)
b. Integrated Services
Digital Network (ISDN)
Tujuan
diciptakannya ISDN adalah untuk meyeragamkan pemakaian jaringan digital dan
teknologi switching untuk mengirimkan voice (suara) dan data digital secara
bersamaan seperti teletex/telex, videotext, telepon, dll. Di Indonesia
penerapan ISDN dikontrol oleh Indosat
dan Telkom.
Keuntungan ISDN
bagi user dengan menyewa satu saluran user dapat menikmati berbagai fasilitas
pelayanan transmisi data suara maupun data digital, seperti teletext (peralatan
yang memberi layanan informasi melalui channel TV), Facsimile (peralatan untuk
transmisi grafis, naskah melalui saluran telpon), videotext (peralatan untuk
transmisi data gambar melalui terminal khusus).
2. Komponen Pembentuk Jaringan
A. Komponen perangkat keras
1.
Media transmisi, merupakan
perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara satu komputer dengan
komputer atau peripheral lainnya. Media
ini juga berfungsi sebagai distribusi informasi. Media transmisi meliputi
berbagai macam bentuk kabel yaitu Coaxial, UTP (Unshielded Twisted Pair), STP
(Shielded Twisted Pair), Serat optik.
2.
Network Interface Card (NIC),
merupakan komponen logika termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan tata
cara pengontrolan transmisi data. Contoh dari NIC adalah ARCnet dan Ethernet.
3.
Konektor, merupakan peripheral
yang menghubungkan media transmisi (kabel) dengan NIC.
Contoh konektor adalah T-Connector, RJ 11 & RJ 45, Duplex style connector atau Epoxy connector.
4. Hub,
merupakan media yang akan menerima data dai semua port yang terhubung dan
secara otomatis mentransmit data keseluruh port lainnya.
5. Modem,
merupakan singkatan dari Modulator Demulator. Pada sisi pengirim modem
berfungsi untuk menerjemahkan data dalam bentuk sinyal digital menjadi sinyal
analog. Sedangkan sisi penerima modem berfungsi untuk memisahkan data dari
frekuensi pembawa dan menerjemahkan data dalam bentuk sinyal analog menjadi
sinyal digital
B. Komponen perangkat lunak
Komponen perangkat
lunak meliputi sistem operasi jaringan (Network Operating System _ NOS) dan aplikasi.
Sistem operasi jaringan merupakan komponen yang penting dalam membangun suatu
jaringan karena sistem operasi jaringan berfungsi sebagai pembentuk pola
operasi jaringan. Untuk model jaringan peer to peer sistem operasi yang
digunakan adalah windows 9X, windows Me, dan novell) sedangkan untuk model
jaringan Client Server SO yang digunakan adalah Novell Netaware 3.x, windows
NT, 2000 server, Unix, Linux).
3. Topologi
Topologi jaringan komputer adalah pola hubungan antarterminal dalam
suatu jaringan komputer. Ada
4 macam topologi yang kenal :
- Topologi bus
Pada topologi bus semua terminal terhubung dengan jalur
komunikasi. Setipa informasi yang dikirim diperiksa alamatnya oleh terminal
yang dilewati. Jika bukan untuknya, informasi akan dilewatkan sampai menemukan
alamat yang benar.
- Topologi Star
Dalam topologi Star, sebuah terminal pusat bertindak
sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi.
- Topologi Ring
Topologi ini mirip dengan topologi bus tetapi ke-2
teminal yang berada diujung saling dihubungkan sehingga menyerupai lingkaran.
Setiap terminal dalam jaringan saling tergantung sehingga jika terjadi
kerusakan pada salah satu terminal maka seluruh jaringan akan terganggu.
- Topologi Tree
Pada topologi ini hanya ditemui pada jaringan berskala
besar karena penambahan terminal tidak mengganggu kinerja seluruh sistem
4. Media Transmisi Kabel
Untuk menghubungkan
satu terminal dengan terminal yang lain, antara terminal dengan server atau
antara satu terminal dengan suatu peripheral, maka dibutuhkan suatu media
transmisi. Media transmisi ini akan mengalirkan sinyal atau gelombang
elektromagnetik. Jadi, media transmisi ini akan berfungsi sebagai jalur lintas
data dan distribusi informasi.
Tanpa medium ini,
masing-masing peralatan tidak dapat saling terhubung satu sama lain dan tidak
terjadi aliran data apa pun. Beberapa media transmisi dapat digunakan sebagai
jalur transmisi, baik berupa kabel ataupun radiasi elektromagnetik (dapat berupa
mikrogelombang, satelit, infra merah, dan sinar laser).
Bila sumber data
dan penerima jaraknya tidak terlalu jauh dan dalam area lokal, maka dapat
digunakan kabel sebagai media transmisinya. Kabel yang sering digunakan adalah
jenis Unshielded Twisted Pair (UTP), Coaxial, atau serat optik (Fibre Optic).
4.1 UTP (Unshielded Twisted
Pair)
Merupakan kabel
jaringan yang paling banyak digunakan karena kemudahan yang ditawarkan, yaitu
kemudahan pengembangan jumlah client tanpa mengganggu sistem komunikasi atau
tanpa harus mematikan server. UTP terdiri dari 8 kabel yang saling berulir tiap
dua kabel. Sebelum kabel ini digunakan, maka harus dipasang konektor agar dapat
dihubungkan dengan peripheral komputer (hub dan NIC).Umumnya kabel ini memakai
konektor RJ 45.
4.2 Coaxial
Kabel Coaxial
berisi kawat tembaga keras (kaku) sebagai intinya dan sekelilingnya dilapisi
dengan kawat penyekat. Untuk menghubungkannya dengan peripheral komputer (hub
atau NIC), diperlukan konektor BNC.
Sedangkan untuk mengkoneksikan antar komputer diperlukan T-Connector.
4.3 Serat Optik
FDDI (Fiber Data
Distributed Interface) atau yang sering disebut dengan istilah Fiber Optic,
menggunakan 2 buah ring. Pertama, primary ring yang digunakan untuk komunikassi
data . Kedua, secondary ring yang digunakan sebagai media komunikasi cadangan.
Kedua ring ini bertransmisi secara berlawanan (counter rotating). Jenis
konektor yang digunakan adalah Duplex Style Connector dan Epoxy Connector.
5. Media Transmisi Tanpa Kabel
Bilamana sumber data
dan penerima data jaraknya cukup jauh atau medannya sulit untuk penerapan
instalasi kabel sebagai media transmisi jaringan, maka dapat digunakan media
transmisi berupa radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka
yang dapat berupa mikrogelombang (Microwave), sistem satelit (Satellite
System), sinar infra merah atau sistem laser.
Jaringan dengan media transmisi tanpa kabel ini disebut
dengan istilah Wireless. Teknologi wireless ini telah berkembang pesat dalam
satu decade terakhir ini, apalagi dengan terciptanya teknologi Very Small
Aperture Terminal (VSAT-Stasiun Bumi Makro).
Jaringan wireless ini sangat bermanfaat untuk mengatasi
problem lokasi seperti. Pertama,pembangunan infrastruktur jaringan komputer
terpadu antar gedung atau kawasan yang terpisah oleh jarak atau kondisi medan yang tidak
dimungkinkan untuk ditarik kabel. Kedua, teknologi ini menjadi solusi bagi para
pebisnis yang mobilitasnya tinggi sehingga dimanapun mereka berada dapat
melakukan kontak dan mengirimkan data ke perusahaannya. Ketiga, teknologi ini
sangat cocok untuk penggunaan sementara waktu diruangan yang tidak bersifat
permanent seperti di area pameran. Berikut beberapa teknologi jaringan komputer
wireless :
5.1 Gelombang Mikro
Mikrogelombang
merupakan gelombang radio frekuensi tinggi yang dipancarkan dari satu stasiun
ke stasiun lain. Sifat dari gelombang ini adalah omnidirectional, yaitu
menyebar dalam pola lingkaran. Gelombang ini juga dapat dipantulkan oleh benda
padat atau menembus benda yang tidak terlalu padat meski akan mengurangi
jangkauan gelombang itu sendiri.
5.2 Sistem Satelit
Oleh karena
gelombang micro tidak boleh terhalang, sedangkan struktur bumi atau bangunan
seperti gunung atau gedung penghalang maka untuk jarak2 yang sangat jauh
digunakan sistem satelit. Satelit adalah stasiun yang letaknya diluar angkasa
yang akan menerima sinyal yang dikirim dari suatu gelombang mikro di bumi dan
mengirimkannya ke stasiun gelombang mikro di belahan bumi lainnya.
5.3 Sinar Infra Merah
Teknologi sinar
infra merah biasanya dipakai untuk komunikasi skala kecil, terutama untuk
jaringan komputer lokal dalam satu ruang. Sinar infra merah ini banyak
digunakan di laboratorium2 penelitian untuk melakukan uji coba perangkat
Wireless. Aplikasi teknologi ini sudah sering digunakan seperti pada remote
control televisi.Infra merah memiliki sifat line of sight sehingga jika
terhalang maka aliran data dan informasi akan terhenti.
Kelemahan Jaringan Wireless
Meski tampak sangat
menjanjikan, khususnya dalam menjawab pertanyaan lokasi, jaringan wireless ini
memiliki beberapa kelemahan, antara lain kemampuan mentransfer data lebih kecil
dari pada jaringan kabel, keamanan data msh belum terjamin karena msh ada
kemungkinan penyadapan, sulitnya proses instalasi sehingga dibutuhkan para ahli
elektronik dan komputer, jaringan Wireless kurang dipahami oleh masyarakyat
sehingga belum banyak SDM yang menguasai teknologi ini, membutuhkan biaya yang
besar untuk instalasi.
6 PROTOKOL
6.1 Pengertian
Protokol merupakan sekumpulan aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi dalam
proses transmisi data yang harus dipenuhi oleh pengirim dan penerima agar suatu
sesi komunikasi data dapat berlangsung dengan baik dan benar. Selain itu
protokol juga merupakan sekumpulan aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang khusus yang terjadi antar alat-alat
komunikasi agar proses transmisi data dapat terjadi dengan baik dan benar.
Faktor-faktor yang
harus diperhatikan dalam protokol antara lain:
a)
Syntax, merupakan format data
dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal / tegangan.
b)
Semantik, digunakan untuk
mengetahui maksud dan mengoreksi informasi yang dikirim.
c)
Timing, merupakan pewaktuan
yang digunkan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.
6.2 Fungsi
Secara umum protokol berfungsi untuk membangun hubungan antara
pengirim dan penerima serta menyalurkan informasi dengan keakuratan yang
tinggi. Secara rinci fungsi protokol adalah sebagai berikut :
a)
Fragmentasi dan reassembly,
yaitu membagi-bagi berita dalam bentuk paket-paket pada saat komputer mengirim
data dan menggabungkannya lagi setelah data tersebut diterima.
b)
Encaptulation, melengkapi
paket-paket dengan address, kode koreksi, dll.
c)
Connection control, yaitu
membangun hubungan komunikasi, melakukan transmisi data, dan mengakhiri
hubungan (connection termination)
d)
Flow control, fungsi protokol
sebagai pengatur perjalanan data
e)
Error control, fungsi protokol
sebagai pengontrol terjadinya kesalahan dalam komunikasi data.
f)
Transmission service, fungsi
protokol sebagai pemberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan
dengan prioritas dan keamanan data.
6.3
Susunan Protokol & Standardisasi
Protokol
Protokol jaringan disusun dalam
bentuk lapisan-lapisan (layer). Jumlah nama, isi, dan fungsi setiap lapisan
tersebut berbeda. Susunan lapisan ini menunjukan tahapan dalam melakukan
komunikasi.
Seiring dengan pesatnya pertumbuhan dalam teknologi
komputer serta kebutuhan pengolahan data yang terdistribusi, maka para produsen
memerlukan suatu standardisasi agar komputer yang diproduksi dapat
berkomunikasi dengan komputer yang diproduksi oleh produsen lainnya. Standardisasi
ini sangat dibutuhkan dalam industri
komunikasi guna mengatur dan menetapkan karakteristik fisik, elektris,
dan prosedur dari komunikasi data.
Salah satu standar dalam protokol jaringan yang
dikembangkan oleh ISO (International Standards Organization) adalah Open System
Interconnection (OSI). Model ini dapat diterima oleh banyak pihak sehingga
dinyatakan sebagai suatu standar.
Teknik pada model referensi OSI adalah menggunakan
teknik layer (lapisan) dimana setiap lapisan dibedakan menurut fungsi dan
proses yang dilakukan. Fungsi-fungsi yang mirip harus dijadikan satu lapisan
sehingga tidak tercipta banyak lapisan yang akan mengakibatkan transmisi data
menjadi lambat dan tidak efektif. Model referensi OSI ini didefenisikan menjadi
tujuh lapisan protokol komunikasi, yaitu:
a)
Physical layer, lapisan ini
merupakan lapisan pertama dan bertugas untuk mengatur sinkronisasi pengiriman
dan penerimaan data, spesifikasi mekanis dan elektris, membangun dan memutuskan
hubungan komunikasi. Adapun contoh protokol yang digunakan pada lapisan pertama
ini antara lain X21, X21bis, RS232, dsb.
b)
Data Link Layer, lapisan ini
merupakan lapisan kedua dari model OSI. Fungsi dari lapisan ini antara lain :
Pertama, memecah data atau informasi menjadi beberapa frame tertentu yang
dilengkapi dengan bit-bit alamat pengirim dan penerima. Kedua mendeteksi
kesalahan yang mungkin terjadi saat proses transmisi berlangsung. Ketiga, pada
sisi penerima, lapisan ini berfungsi untuk menggabungkan kembali bit-bit yang
diterima. Contoh protokol yang digunakan antara lain SDLC (Sychronus Data Link
Control), HDLC (High Level Data Link Control).
c)
Network layer, lapisan ini
merupakan lapisan ketiga dari model OSI. Lapisan ini berfungsi untuk memberikan
layanan pengiriman data dengan menentukan rute pengiriman dan mengendalikannya
sehingga data dapat sampai ketujuan. Selain itu data/informasi yang berupa
pesan2(message) akan dibagi-bagi dlm bentuk paket2 data yg dilengkapi dengan
berbagai header tertentu pada setiap paket data tersebut. Adapun contoh
protokol yang digunakan pd lpsn ke-3 ini antara lain IP (Internet Protocol) dan
X.25.
d)
Transmission layer, merupakan
lapisan ke-4 dari model OSI. Fungsinya adalah memberikan layanan dalam hal
error recovery dan data flow control serta mencari rute kosong untuk proses
transmisi data dan informasi. Adapun contoh protokol yang digunakan antara lain
TP-NBS dan TCP (Transmission Control Protocol). TCP secara spesifik dirancang
untuk menyediakan aliran data dari terminal yang satu ke terminal yang lain
dalam suatu inter jaringan.
e)
Session layer, lapisan session
merupakan lapisan ke-5 dari model OSI. Lapisan ini bertugas untuk menyediakan
sarana pembangunan hubungan dan pengontrolan terhadap kerjasama antar komputer atau program aplikasi yang
sedang berkomunikasi. Dalam beberapa standar protokol jaringan, lapisan Session
dan lapisan Transport digabung menjadi satu lapisan.
f)
Presentation layer, merupakan
lapisan ke-6 dari model OSI. Lapisan ini mengatasi masalah perbedaan format
penyajian data dengan cara mengonversikan syntax data yang dikirim agar dapat
dimengerti oleh penerima. Lapisan ini juga menyediakan fasilitas untuk
melakukan kompresi dan enkrisi-dekripsi data agar keamanan data terjamin.
g)
Application layer, merupakan
lapisan paling atas atau lapisan ke-7 dari model OSI. Bertugas untuk mengatur
interaksi antara pengguna komputer dengan program aplikasi yang dipakai.
7. KECEPATAN JARINGAN
7.1 Kecepatan Jaringan
Komputer Lokal
Teknologi Jaringan Komputer Lokal berkembang dengan pesat dewasa ini
sehingga secara umum Jaringan ini dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori
berdasarkan kecepatan transmisi datanya, yaitu :
a) Low speed PC Network
Kecepatan transmisi data
lebih kecil dari 1 Mbps. Biasanya diterapkan untuk percobaan dilaboratorium.
b) Medium Speed Network
Kecepatan transmisi data
antara 1-20 Mbps. Biasanya diterapkan untuk lingkungan perkantoran dengan skala kecil sampai menengah.
c) High Speed Network
Kecepatan transmisi data
pada High Speed Network mencapai lebih dari 20 Mbps. Biasanya diterapkan untuk lingkungan perkantoran dengan
skala besar yang menempati area gedung bertingkat
atau kawasan. Data yang ditransmisikan tidak hanya berupa teks tetapi juga data
grafis.
d) Super High Speed Network
Kecepatan data mencapai 1
GBps. Digunakan untuk mendukung transmisi data dilingkungan perkantoran berskala besar dan data
yang ditransmisikan meliputi data grafis, audio, dan video.
7.2
Jenis Transmisi
Jenis transmisi sinyal
data atau informasi dalam suatu media komunikasi dapat dikelompokan menjadi 2
model, yaitu transmisi paralel dan transmisi serial.
a) Transmisi Paralel
Pada transmisi paralel,
satu konektor yang terdiri dari tujuh atau delapan bit (ASCII) ditransmisikan
secara serentak setiap saat. Pengiriman dengan model paralel memiliki kecepatan
yang tinggi, karena setiap saat yang ditransmisikan secara paralel adalah
bit-bit yang mewakili satu karakter. Komunikasi paralel biasanya digunakan
untuk komunikasi jarak dekat, biasanya transmisi jenis ini digunakan untuk
mentransmisikan sinyal dari komputer ke printer.
b) Transmisi Serial
Pengiriman dengan model
serial memiliki kecepatan yang lambat, karena masing-masing bit dari suatu
karakter dikirimkan secara berurutan, yaitu bit per bit, dimana satu bit
diikuti oleh bit berikutnya. Dalam sistem ini, penerima akan mengumpulkan sejumlah
bit (untuk sistem ASCII = 8 bit) yang dikirimkan oleh pengirim untuk kemudian
dirakit menjadi satu karakter. Meskipun kecepatannya lebih lambat namun
transmisi serial paling banyak digunakan karena penggunaan kabel tunggal
dinilai lebih murah, resiko kerusakan data saat transmisi rendah.
7.3
Metode Transmisi
Suatu jaringan juga dapat
dibedakan berdasarkan metode transmisi yang digunakan dalam proses pengiriman
data. Secara umum, metode transmisi yang digunakan adalah teknik pengiriman
Baseband dan Broadband.
a) Teknik pengiriman baseband
Pada metode ini data yang
berupa sinyal digital langsung dikirim melalui media transmisi satu saluran, seperti kabel tanpa
mengalami perubahan apapun. Dengan cara ini, maka jarak transmisi data tergantung pada kualitas media yang
digunakan.
b) Teknik pengiriman
broadband
Metode ini digunakan
untuk mentransmisikan sinyal analog, maka data dalam bentuk sinyal digital
harus dimodulasikan lebih dahulu menjadi sinyal analog.
7.4
Satuan Transmisi
Suatu aspek yang penting
dalam komunikasi data adalah kecepatan pengiriman data lewat media transmisi.
Faktor-faktor yang memegang peranan dalam menentukan kecepatan maksimum, antara
lain :
a)
Mutu jalur transmisi
b)
Panjang sambungan
c)
Sifat-sifat elektrikal
d)
Jenis modem
Mutu jalur transmisi ditunjukan oleh bandwith-nya. Bandwith
menunjukan ukuran kapasitas jalur transmisi yang dinyatakan dalam satuan:
a)
Baud (Bd) : kecepatan modulasi
b)
Bit per detik (bps) :
kecepatan sinyal
c)
Karakter per derik (cps) : kecepatan transmisi
Kecepatan modulasi berhubungan dengan lalu lintas dijalur transmisi.
Kecepatan elemen informasi dalam jalur transmisi dinyatakan dalam baud (elemen
per detik). Satu elemen menyatakan jumlah bit per detik yang dapat
ditransmisikan dalam jalur transmisi.
Contoh perhitungan kecepatan transmisi :
1. Sebuah terminal
start/stop beroperasi dengan kecepatan sinyal yang relatif lambat, yaitu 110
bps. a) Berapa kecepatan modulasinya jika pada kecepatan kecepatan ini
digunakan modem yang mentransmisikan setiap bit sebagai satu
elemen.
b) Berapa kecepatan transmisinya jika diketahui setiap karakter
terdiri dari 11 bit.
2. Suatu terminal sinkron
memiliki kecepatan sinyal 2400 bps. Misalnya, diasumsikan lebar baud tidak sesuai untuk mempertahankan
kecepatan ini. Oleh karena itu, digunakan modulasi yang menggabungkan dua bit menjadi satu elemen. Tentukan kecepatan
modulasinya dan kecepatan transmisinya
jika diketahui setiap karakter terdiri dari 8 bit.
8. PERALATAN INTERJARINGAN
Evolusi dari jaringan
komputer lokal terus berkembang baik kemampuan maupun kecepatannya.User
disamping ingin mengintegrasikan data dan informasi dalam suatu bagian atau
ruang atau segmen jaringan tertentu akhirnya juga menginginkan untuk
menggabungkan jaringan komputer lokal tiap-tiap bagian atau ruang atau segmen
tersebut menjadi satu kesatuan.
Untuk mengintegrasikan
jaringan-jaringan lokal tersebut, dibutuhkan media yang memiliki kemampuan,
keamanan, dan kecepatan yang tinggi yang dapat mempertahankan bahkan
meningkatkan kinerja jaringan tersebut.
Masalah yang timbul dalam
inter-jaringan adalah bahwa tidak semua segmen jaringan menggunakan
protokol-protokol yang sama. Dengan adanya protokol-protokol yang berbeda, maka
format paket, prosedur kontrol arus, aturan pengesahan, dan lainnya juga akan
berbeda. Akibatnya, ketika paket bergerak dari satu jaringan ke jaringan lain,
maka diperlukan konversi.
8.1 Repeater, pada dasarnya
merupakan alat yang sederhana yang berfungsi untuk memperbaiki dan memperkuat sinyal yang melewatinya
sehingga sinyal data dapat melewati jarak yang lebih jauh lagi. Dua subjaringan yang dihubungkan
oleh perangkat ini memiliki protokol yang sama untuk semua lapisan sehingga persoalannya hanya masalah penguatan
sinyal data dari terminal pengirim
ke penerima.
8.2 Bridge, adalah jenis
perangkat penghubung yang menghubungkan dua segmen jaringan yang protokol lapisan fisiknya berbeda.
8.3
Router, adalah perangkat antara
yang dapat digunakan untuk menghubungkan dua jaringan lokal yang mempunyai
protokol yang berbeda pada lapisan fisik dan data link.
8.4 Gateway, digunakan untuk
interkoneksi jaringan dimana masing-masing jaringan memiliki arsitektur yang sangat berbeda. Jaringan
yang dihubungkannya mempunyai protokol yang berbeda
mulai dari lapisan hubungan data sampai dengan lapisan aplikasi.
9. TEKNOLOGI JARINGAN KECEPATAN
TINGGI
9.1 Jaringan Backbone
Jaringan Backbone adalah jaringan yang menghubungkan beberapa
jaringan lokal yang mempunyai kecepatan yang sangat tinggi.
Teknologi yang digunakan untuk membangun suatu jaringan backbone
antara lain :
a)
Bridge backbone ring
b)
Fiber Distributed Data Interface
(FDDI)
c)
Asyncronous Transfer Mode (ATM)
Alasan yang mendasari digunakannya jaringan backbone ini antara lain
:
a)
Semakin meningkatnya kebutuhan
interkoneksi antar jaringan lokal yang ada.
b)
Meningkatnya kecepatan transfer
data khususnya untuk data grafis, video, dan audio, karena kecepatan transfer
data FDDI dapat mencapai 100 Mbps.
c)
Konsep instalasi dan manajemen
jaringan backbone lebih sederhana, tetapi jarak jangkau dapat lebih jauh dan
luas.
9.2 Fiber Distributed Data
Interface (FDDI)
FDDI memiliki karakteristik antara lain
1.
Menggunakan kabel serat optik
dengan kecepatan mencapai 100 Mbps
2.
Dapat menghubungkan sampai 500
terminal dengan jarak maksimum antar terminal 2 km.
3.
Memiliki sifat fault tolerance
(ketahanan kegagalan) yang tinggi.
4.
Memiliki dua ring counter
–rotating yang disebut denga primary ring dan secondary ring. Aliran data
berjalan berlawanan arah antara ring primer dengan ring sekunder.
9.4 Fast Ethernet 100 Base T
Memiliki karakteristik :
1.
Menggunakan media kabel UTP,
STP atau serat optik.
2.
Jarak optimum antara dua node
kurang dari 220 m, sedangkan jarak optimum antara dua hub kurang dari 10 m.
3.
Menggunakan dua jenis hub,
yaitu :
a)
Shared Hub (single
conversation), kecepatan transmisi data dari server dan terminal sama, yaitu
100 Mbps dibagi rata untuk semua port. Jadi, masing-masing port yang ada
bersifat dependent.
b)
Switched Hub (multiple
conversation), kecepatan transmisi data maksimum antara server dan terminal
tidak dibagi rata untuk semua port dan dimungkinkan masing-masing port memiliki
kecepatan yang berbeda, misalnya 10 atau 100 Mbps. Jadi, masing-masing port
bersifat independent.
9.3 Asynchronous Transfer
Mode (ATM)
ATM memiliki karakteristik :
1.
Kecepatan transfer mencapai 150
Mbps.
2.
Digunakan untuk pengiriman data
dalam bentuk multimedia (suara & gambar)
3.
Setiap informasi harus
ditransfer kedalam bentuk sel, dimana sel ATM terdiri dari dua bagian yaitu
header yang berisi alamat tujuan dan informasi yang berisi data dalam bentuk
sel-sel kecil.
4.
Datangnya sel distasiun tujuan
terjadi secara berurutan sehingga memudahkan proses penggabungan sel.
9.5 Gigabit Ethernet
Memiliki karakteristik :
1.
Kecepatan transfer data
mencapai 1 GBps.
2.
Menggunakan teknologi Fiber
Channel yang diadaptasi untuk tingkat kecepatan data 1000 MBps pada kabel serat
optik. Dalam perkembangannya Gigabit Ethernet dapat beroperasi pada kabel
UTP yang dapat mendukung kecepatan
transfer data 1 GBps.
10. PROSEDUR PENGIRIMAN DATA
10.1 Peranan Lapisan Data
Link
Untuk membangun hubungan antara 2 terminal dalam satu jaringan,
lapisan Data Link memiliki peran yang sangat besar. Lapisan ini bertanggunga
jawab dalam prosedur pengiriman data seperti :
a)
Membangun hubungan dan
mentransmisikan data
b)
Pada sisi pengirim, lapisan ini
memecah data menjadi frame-frame tertentu yang dilengkapi dengan bit-bit alamat
pengirim dan penerima. Pada sisi penerima, berfungsi untuk menggabungakan
bit-bit yang diterima.
10.2 Paket Data
Pada saat data akan ditransmisikan, maka data akan dibagi menjadi
paket-paket yang kecil. Hal ini dilakukan karena :
a)
Jaringan tertentu hanya dapat
menerima paket dengan ukuran tertentu
b)
Jenis flow control (pengatur
perjalanan data) tertentu akan efisien jika berita yang dikirim dibagi dalam
paket-paket yang kecil.
10.3 Prosedur Membangun Data
Keterangan :
1.
Terminal pengirim mengirimkan
paket permintaan hubungan (call request).
2.
Terminal penerima dapat menolak
panggilan ini dengan mengirimkan paket penolakan (clear request) atau
menerimanya dengan mengirimkan paket call accepted.
3.
Dengan diterimanya paket call
accepted, paket data dapat dikirimkan.
4.
Jika ada kesalahan dalam
pengiriman data, maka penerima akan mengirim paket NACK, tetapi jika tidak ada
kesalahan, maka penerima akan mengirimkan paket ACK.
5.
Jika ada terminal yang
mengakhiri hubungan, maka terminal tersebut akan mengirimkan paket clear
request dan terminal yang menerima pesan tersebut akan mengirimkan paket
balasan konfirmasi pemutusan hubungan (clear confirmation).
Pada lapisan data link ada tiga buah protokol pengiriman data, yaitu
:
1.
Stop and Wait ARQ, setiap paket
yang diterima oleh penerima harus diberi jawaban ACK atau NACK. Keuntungan dari
protokol ini adalah kesederhanaan proses dalam memperkecil terjadinya
kesalahan. Kelemahannya adalah waktu tunggu yang lama sehingga kurang efisien
terutama untuk data dalam jumlah besar.
2.
Go-back-N-ARQ, penerima hanya
cukup mengirim pesan NACK bila ada kesalahan pengiriman. Pesan NACK tersebut
harus dilengkapi dengan nomor paket yang akan mulai diulang pengirimannya. Kelebihan
dari model ini adalah dapat menekan adanya waktu tunda karena sinyal balasan
hanya diberikan bila terjadi kesalahan dan untuk mengakhiri hubungan saja.
3.
Selective-Reject ARQ, cara
kerja protokol ini sama dengan protokol Go-Back-N-ARQ, tetapi pengulangan
pengiriman hanya dilakukan untuk paket data yang rusak saja sehingga model ini
tingkat efisiensinya paling tinggi.
11. TEKNIK ALIRAN DATA
Dalam sebuah rangkaian jaringan komputer yang kompleks dan besar,
komunikasi biasanya dilakukan dengan cara melakukan transmisi data melalui
simpul-simpul jaringan yang diwakili oleh media interjaringan (router,
switch).Simpul-simpul tersebut berfungsi untuk memindahkan data dari simpul
yang satu ke simpul yang lain hingga paket data sampai tujuan.
Salah satu layanan dari simpul-simpul tersebut adalah mencari rute
untuk jalur transmisi paket data dari komputer pengirim ke komputer penerima. Dalam
sebagian subjaringan, paket-paket data akan memerlukan banyak lompatan dalam
melakukan perjalanan. Untuk menentukan rute mana yang akan menjadi jalur
transmisi paket diperlukan algoritma pencari jalan (routing algoritma). Dua
teknik algoritma dalam menentukan rute aliran data adalah :
11.1 Teknik Datagram
Datagram merupakan paket yang
dikirimkan melalui jaringan dan sifatnya bebas dari paket lain yang berkaitan
dengan transaksi yang sama. Paket-paket data dapat sampai ketujuan melalui rute
yang berbeda sehingga ada paket data yang tidak berurutan sampai ketujuan.
11.2 Teknik Rangkaian
Virtual
Rangkaian virtual adalah hubungan logik antara pengirim dan
penerima. Sebelum melakukan proses transmisi data, terlebih dahulu dilakukan
pemanggilan virtual dari pengirim ke penerima. Setelah rute virtual terbentuk
paket data mulai dikirimkan hingga paket data yang terakhir.
12. METODE AKSES
12.1 Standar Protokol IE
Langganan:
Postingan (Atom)